Ini puisi ...
Seandainya engkau menyimaknya
Maka akan aku sampaikan
Betapa tak kuasanya aku
Aku harus berbuat apa?
Menyapa mu saja aku tak mampu
Bagaimana bisa aku mengenalmu?
Menyentuhmu dalam tenang
Telah hampir berulang kali
Aku ini digoyahkan rasa ku, tentang yang demikian itu
Teramat menyiksaku
Haruskah aku begini saja, diam terbelenggu seribu bahasa?
Ataukah ku utarakan saja?
Betapa aku ini adalah orang yang mengagumi mu dalam diam
Dalam sandiwara bisu ku
Dan aku selalu tertatih barangkali ada sepercik takdir yang berubah
Barangkali suatu hari nanti hati mu, mata mu dan telinga mu terbuka
Untuk melihatku dalam penantian
Aku akan tersenyum dengan indah saat kau datang menghampiri
Dan menyambutku dalam kehangatan
Aku adalah segelincir pena yang akan menemani mu dalam lembaran
Jika Tuhan ijinkan
Aku dan kamu adalah pena-pena yang berisi tinta
Lalu bersama-sama menulis cerita kita di dalamnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar